[Surakarta] Hidup mandiri dan tinggal jauh dari keluarga, bagi Faika Putri bukan berarti ia bisa hidup bebas tanpa kendali, hal ini justru menjadi sebuah tantangan baginya untuk membuktikan kesungguhannya dalam meniti karir dan mencapai prestasi gemilang di bangku kuliah.
Baginya menjaga kepercayaan keluarga sangatlah penting, terlebih ia terlahir dari keluarga yang religius dan hidup dalam tradisi Jawa yang sangat menjaga “unggah ungguh”. Bahkan saat gosip miring menerpa, yang ia dahulukan adalah memberi penjelasan / konfirmasi kepada pihak keluarganya.
Tak ayal ia harus sering mondar-mandir Jakarta – Surabaya demi mengunjungi keluarga dan ibunda tercinta. Walau keputusannya untuk terjun ke dunia artis sempat tidak mendapatkan restu, namun kekhawatiran itu telah berhasil ia pupuskan dengan membawa sederet prestasi dan kesuksesan, baik dalam karir maupun jenjang pendidikan.
“Banyak keluarga yang kontra dengan kegiatan saya sebagai entertainer, namun yang terpenting adalah saya tetap lurus dan berada di jalur yang benar. Keluar dari zona nyaman di keluarga bukan untuk “bandel”, tapi untuk mencari pengalaman yang positif dan mengembangkan diri”, papar Putri seusai menghadiri acara peringatan haul Surut Dalem SISKS Paku Buwono X Keraton Surakarta Hadiningrat, pada Minggu silam (19/10), di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.
Sarjana Ekonomi yang baru di wisuda September lalu ini, memiliki prinsip “harus selalu total dan fokus dalam mengerjakan sesuatu”. Rampungnya 2 single perdananya terdahulu serta gelar dari civitas akademi, merupakan salah satu dari sekian banyak prestasi yang membuktikan kesungguhannya dalam meraih cita – cita. Bahkan saat ini ia tengah sibuk menggarap Video Klip dari albumnya tersebut, serta mengasah kepiawaian-nya bermain biola.
Saat dikonfirmasi mengenai silsilahnya dengan Keraton Surakarta terkait acara yang dihadirinya, gadis penggemar Spaghetti dan Tortilla ini sempat mengelak, namun akhirnya ia mengakui kalau ia memang memiliki trah keturunan dari Keraton Surakarta.
“Ibu saya orang Jawa keturunan Arab dan ayah saya (alm) asli Jawa, saya sendiri lahir dan besar di Jawa. Sebelum menetap di Surabaya, saya pernah tinggal di Jogja bersama keluarga dan sekolah disana. Eyang saya (Mien Dahlan) adalah yang paling sepuh di Keraton”, ungkap Putri menjelaskan hubungan kekerabatannya dengan Keraton Surakarta.
“Menurut saya keturunan atau tidak, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa hidup sesuai ajaran tuhan, berbuat dan bersikap baik kepada sesama. Syukur-syukur bisa jadi tauladan yang baik, dan tidak merugikan orang lain”, ujarnya rendah hati. (yh*)
Link Terkait:
- FB: https://www.facebook.com/faikalovers1
- Twitter: https://twitter.com/faika_putri
- http://www.pewarta-indonesia.com/inspirasi/profil/14628-faika-putri-soal-pasangan-belum-ketemu-yang-klik.html
- http://www.pewarta-indonesia.com/inspirasi/hiburan-a-seleb/14814-faika-putri-nomor-satukan-inner-beauty-daripada-oplas.html
- http://www.pewarta-indonesia.com/inspirasi/hiburan-a-seleb/14648-faika-putri-sarjana-ekonomi-yang-sibuk-modelling.html
















0 comments:
Post a Comment