[Deli Serdang] - Koperasi sebagai salah satu kelompok bisnis, mulai beberapa tahun belakangan ini tidak akan lagi menjadi institusi kerakyatan yang tradisional. Kelompok bisnis yang mengusung prinsip gotong-royong dalam operasionalnya ini dipastikan akan berkembang menuju koperasi modern berbasis teknologi informasi.
Nirwan Junaidi Rokan, General Manager Investasi Pembiayaan Anggota Jaringan Koperasi Group Online, telah melakukan pengorganisasian dan memfasilitasi para pengurus dan aktivis gerakan koperasi diberbagai koperasi yang telah terseleksi untuk menerima program Jaringan Koperasi Group Online.
"Nirwan mengarahkan koperasi beralih dari sistem pembukuan manual ke sistem akuntansi digital dan terintegrasi," katanya.
Untuk menjalankan program perkuatan bagi pelaku koperasi tersebut, beliau membangun jaringan berbagai perusahaan BUMN/swasta dan perbankan untuk bersinergi dengan anggota Jaringan Koperasi Group Online, dalam program pengembangan koperasi modern professional, yang dapat dimonitoring bersama oleh pihak-pihak yang bergabung di Jaringan Koperasi Group Online.
Beliau melakukan kegiatan ini pada awalnya di daerah Kabupaten Deli Serdang yang meliputi Desa Paluh Kurau, Desa Karang Gading, Desa Klumpang Kampung dan Kota Medan meliputi wilayah Medan Utara dengan melakukan roadshow didalam memperkenalkan sistem koperasi online, hal ini menjadi meluas dari desa ke desa, dan diharapkan koperasi model ini akan dikenal diberbagai wilayah indonesia, secara periodik akan menunjukkan kekuatannya dengan memanfaatkan fasilitas informasi, teknologi dan komunikasi (TIK), dan menurut beliau ini merupakan implikasi program pemerintah yang harus kita sukseskan sebelum berbagai koperasi dinobatkan menjadi koperasi modern yang pengelolaan manajemen keuangannya yang sehat.
Di sisi lain agar memberi kenyamanan anggota koperasi, maka berbagai koperasi yang menjadi anggota Jaringan Koperasi Group Online akan disinergiskan dengan perlindungan dan jaminan simpanan anggota koperasi. Momentum ini bisa terjadi karena perkembangan era digital kini merambah ke berbagai sisi bisnis, dan kali ini mengarah kepada koperasi, hal ini juga akan meningkatkan manajemen kepengurusan koperasi yang dipercaya oleh anggotanya. Apakah memanfaakan TIK mampu menempatkan koperasi menjadi pemain baru di era digital?
Nirwan mengatakan ada beberapa fasilitas yang diberikan agar unit usaha koperasi yang tergabung tidak lagi dilaksanakan berlangsung seperti biasanya, yang penuh kekuatiran anggota terhadap pengurusnya dan pihak ketiga swasta terhadap insitusi koperasinya, hal ini akan terbangun kekuatan kepercayaan dari berbagai pihak terhadap koperasi semakin meningkat.
Fasiitas itu mencakup jaringan Internet agar bisa online. Prinsipnya adalah koperasi yang menggunakan TIK dalam proses bisnisnya, akan mendapat tambahan kemampuan, termasuk transaksi pembayaran secara online (online transactional payment) dari perusahaan tehnologi. Dimana transaksi pembayaran dapat dilakukan dimana saja dan tidak mengenal waktu, hal ini akan menjadi lebih istimewa dan juga membantu pemerintah didalam melakukan monitoring dana bergulir dan juga membantu perbankan.
Uniknya, hal ini akan menjadi layanan 24 jam untuk anggota koperasi yang berada di desa-desa jauh dari akses perbankan dan terlalu jauh tempat aktivitasnya. Hal ini adalah salah satu pendukung kemampuan bisnis untuk pembayaran, pembelian, cicilan maupun pengiriman uang atau remittance.
"Jaringan Koperasi Group Online yang diprakarsai Nirwan Junaidi akan menyempurnakan penampilan berbagai koperasi menjadi modern dan professional didalam pengelolaannya termasuk didalam penggunaan fasilitas sistem TIK," cetusnya.
Nirwan mengatakan, ada beberapa hal yang memberi nilai plus bagi koperasi setelah memanfaatkan fasilitas dari perusahaan tehnologi dalam program jaringan koperasi group online. Misalnya monitoring posisi status pinjaman dan sharing modal saham setiap anggota. Dengan demikian kelemahan masa lalu seperti pelaporan terlambat dan tidak akurat, bisa dengan mudah teridentifikasi. Jadi, katanya koperasi betui-betul jadi profesional karena sistem operasionalnya otomatis.
"Inilah yang disebut Tehnologi Informasi Komunikasi," tegasnya.
Untuk mengaplikasikan program tersebut, Nirwan telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak ketiga dalam memberikan fasilitas pelatihan peranti dengan dua opsi untuk melaksanakan start bisnis. Nirwan akan memberikan pelatihan bagi koperasi terpilih untuk mengoperasionalkan perangkat. Yang akan direncanakan pada bulan Januari 2014 tahun depan. Pemanfaatan TIK merupakan nafas baru dikehidupan bermasyarakat dalam memimpin dunia', karena ‘siapa yang mengusai teknologi informasi, dia akan memimpin dunia'. (*)
[Deli Serdang]-Pusat Koperasi Syariah – BMT Sumatera Utara menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Ekonomi Syari’ah dengan Thema “Maksimalisasi Koperasi Syari’ah Kembangkan Ekonomi Kerakyatan di Sumatera Utara”. Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Manunggal, Kabupaten Deli Serdang. Pelatihan ini dilaksanakan secara mandiri yang diikuti dari koperasi-koperasi yang baru berdiri diantaranya Koperasi Syari’ah BMT STAIS Tebing Tinggi Deli, KSU Syariah BMT Rakyat Membangun Kabupaten Deli Serdang, KSU Syariah Hidayah Kabupaten Deli Serdang, dan KSU Gema Bina Mandiri Kota Medan.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para pengelola dan pengurus di bidang pengelolaan operasional perkoperasian syari’ah. Pelatihan ini dilaksanakan dari tanggal 4-7 Juni 2010 yang difasilitasi oleh tim fasilitator PusKopSyah BMT Sumatera Utara.
Bapak Yusman sebagai Ketua PusKopSyah BMT Sumatera Utara mengatakan pada saat pembukaan pelatihan bahwa pelatihan seperti ini sangat jarang terjadi karena beberapa koperasi syariah berinisiatif menawarkan kerja sama dengan PusKopSyah BMT Sumut, baru ketiga kalinya dengan biaya mandiri. Pelatihan seperti ini akan lebih cepat memacu kemandirian koperasi syari’ah BMT di dalam melayani anggotanya, dan juga ekonomi syari’ah adalah salah satu yang paling tepat menyelesaikan krisis permodalan bagi usaha kecil yang langsung maupun tidak langsung menjadi anggota atau tidak menjadi anggota akan tetap dilayani karena pengelola dan pengurus koperasi sebagai pendamping usaha masyarakat, serta tumbuhnya koperasi syari’ah menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda dan menumbuhsuburkan semangat wirausaha di kalangan generasi muda.
Kegiatan pelatihan ini akan ditutup sekaligus dengan kegiatan penyuluhan pendirian koperasi oleh tim penyuluh Dinas Koperasi dan UKM Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang.
Bapak Misgiat, S.Sos sebagai Kepala Desa Manunggal mengatakan, dengan tumbuhnya koperasi-koperasi syari’ah di wilayah administrasi kerjanya sangat membantu pertumbuhan peningkatan ekonomi UKM dan masyarakat umumnya. Hal ini perlu didukung dari berbagai pihak masyarakat yang mampu untuk membangun gerakan tabungan dan simpanan investasi yang dapat digunakan untuk tujuan peningkatan ekonomi kesejahteraan rakyat.
“Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini, para pengelola dan pengurus koperasi bisa mematangkan ilmu serta mengimplementasikan kemampuannya di koperasinya masing-masing. Ini merupakan harapan panitia penyelenggara pelatihan ini.(*)